9. Format entri
Satu entri ditulis setiap kali ada keputusan yang diambil atau eksperimen yang dijalankan. Entri ditulis lebih dulu oleh pengembang dengan bahasa apa adanya, lalu dirapikan.
| Bidang | Isi |
|---|---|
| ID | Nomor urut, format RN-001, RN-002, dan seterusnya. Dipakai supaya antar entri bisa saling menunjuk. |
| Tanggal | Tanggal entri ditulis. |
| Judul | Satu baris, menyebut keputusan atau eksperimennya. |
| Tujuan | Apa yang ingin dicapai atau dibuktikan. |
| Hipotesis | Dugaan sebelum dikerjakan. Kalau menyangkut hipotesis utama, sebut kodenya, misalnya H2. |
| Proses | Apa yang benar-benar dilakukan, termasuk yang gagal. |
| Hasil | Apa yang terjadi, dengan angka bila ada. |
| Status | Terbuka, Terbukti, Dibatalkan, atau Diganti. |
| Bukti | Tangkapan layar, catatan biaya, tautan laporan, atau nomor commit. |
| Catatan pengembang | Pendapat pribadi, keraguan, atau firasat. Bagian ini sengaja tidak formal. |
| Pembaruan | Koreksi bertanggal yang ditambahkan belakangan. Boleh lebih dari satu. |
Aturan entri.
- Isi entri dibekukan setelah ditulis. Koreksi tidak menimpa isi lama, tetapi ditambahkan sebagai blok pembaruan bertanggal di bawah entri yang sama.
- Kalau sebuah keputusan diganti keputusan baru, status entri lama diubah menjadi Diganti, dan ID entri penggantinya ditulis di situ. Entri baru menyebut ID entri yang digantikannya.
- Perbaikan salah ketik dan tata bahasa boleh dilakukan kapan saja, karena tidak mengubah isi.
- Angka ditulis apa adanya. Kalau hasilnya mengecewakan, tetap ditulis. Entri yang hanya berisi keberhasilan tidak berguna untuk pengambilan keputusan berikutnya.